Selasa, 03 Desember 2013

NAIK LEVEL



Membaca sebuah artikel baru di blog yang pernah aku sebut ditulisan sebelumnya, bikin aku senyum-senyum sendiri karena betul kata temanku yang menyambi jadi informan itu, suatu saat kelak dia pasti akan membalasku. Dia add aku di facebook itu hanya untuk mencari tau tentangku, mencari kelemahanku lalu menulisnya dengan penuh kemenangan, layaknya seorang anak yang dapat mainan baru. Jelas aku tersanjung mendengarnya, diperhatikan penulis tingkat tinggi seperti dia adalah kesempatan yang jarang terjadi. Dalam ketersanjunganku, aku berpikir untuk menguji teori manis temanku itu, aku lempar tulisan penuh pujaan, aku lempar status penuh kegalauan, dan hap!!! Umpanku mengena. Diapun menuliskan dugaan sebagaimana yang telah aku prediksi sebelumnya. Bagaimana aku tidak senang? Aku ternyata benar diperhatikan, umpan yang diberipun dengan lahapnya dimakan.... Adakah kesenangan lain yang lebih dari itu??

Selain itu, artikel itu membawa kemenanganku pada idolaku, karena dulu saat aku mengadu padanya beliau bilang “tenang... Dia tidak akan membalasmu, kamu belum selevel sama dia. Dia memang terkejut dengan tulisanmu, namun dia hanya akan membalas orang yang dianggapnya selevel, yang setara sama dia”.

Nah, idolahku..... Dengan munculnya artikel dalam dua bagian tersebut, jelas sudah menunjukkan bahwa aku ini sudah naik level, setara sama dia. Aku menang darimu. hehe.. Buktinya dia bela-belain bahas tentang kampusku, satu-satunya identitas yang terkait jelas dengan diriku. Ya kan?

Walupun hasil tulisannya tidak begitu bagus dan tajam dibanding tulisan-tulisan sebelumnya, aku tetap acungi jempol untuknya. Lumayan lah usahanya, merangkum keluh kesah dari produk gagal yang kabur ditengah jalan karena ga bisa survive, lalu membaca dan mengingat sebutan dari media massa untuk kampusku yang terkenal seantero jagat itu. Itu semuakan butuh usaha juga buat merangkainya jadi kalimat. Apalagi sampai dua bagian begitu, pasti cukup menguras pemikiran agar serasi saat dibaca. Jadi wajarlah aku kasi jempol plus leletan lidah dikit biar keliatan makin genit, biar Mas Turbasi sekalian beronani jiwa. Xixixixii...

Aku bangga saat sadar dia menulis kampusku sebagai kampus calon pemimpin, jadi aku ga perlu pamer-pamer lagi. Udah dia yang publish. Masalah dia tulis tentang kejelekan kampusku, aku santai saja... Karena tulisannya ga akan mampu membuat kampusku gulung tikar. Dulu saja, waktu kampusku dihujat berjuta-juta orang, dikaji berbagai macam komentator ulung, psikolong, departemen pendidikan, dan entah apalagi namanya, tetap tidak bisa membuat orang nomor satu di negeri ini mengambil keputusan untuk membubarkan kampusku, hingga lestarilah kampusku hingga kini. Apalagi hanya tulisan dia yang seupil ini, ga ngaruh man. Xixixixii... Ahhh.. aku jadi sombong sekarang. Mungkin karena aku berkhayal seandainya saja yang dia sebut sebagai lelembut itu adalah aku. Lelembut itukan keren.. Bisa berubah wujud jadi cantik, ramah, lemah lembut... Bisa juga bisa berubah wujud jadi menyeramkan, angkuh, sombong.... Biar matching skalian sama pernyataanya yang bilang “maklum habis menerima sindiran selembut amplas dari pengagum tidak jujur dari alam lain”. Xixixixi...

Pernyataannya itu terdengar saaangat manis ditelingaku, bikin senyumku tak henti-hentinya mengembang. Mengalahkan senyum idola waktu lagi di kereta menuju ijen. Xixixi... Kata-katanya pun mulai terdengar mesra ditelingaku, mungkin karena aku sedang senang atau mungkin karena dia mulai sadar akibat tersapu sindiran selembut amplas itu. Namun kemanisan yang ditunjukan ini tak akan mampu membuatku berpaling dari idolaku, Shikhei Goh. Xixixixi...

(Buat idola, biarkan orang menduga-duga. Dijelaskan pun belum tentu mereka bisa mengerti, maklum setahuku mereka tak pernah mempunyai fans fanatik jadi tak tau bagaimana menyikapinya. Wakakakakakk...).

Aaaiiiihhhh.. Masih kesal juga aku nih.. Cobalaaaaahh gelar sebagai lelembut itu diperjelas utuk siapa biar tulisanku makin panjang, ini malah ga jelas untuk siapa. Begitu juga gelar Mas Turbasi, ga jelas juga buat siapa. Jadi yaaaa... sampai disini sajalah tulisanku. Yang penting aku sudah naik level. hehehe

Jumat, 15 November 2013

Pesona Celana Keramat



Setiap orang pasti pernah mengidolakan orang lain dalam hidupnya. Entah itu sosok ibu, ayah, saudara, artis, aktor, tokoh agama, tokoh politik, tokoh dari dunia fantasi, dunia animasi, maupun tokoh-tokoh lainnya. Orang yang diidolakan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap penggemarnya. Memiliki seorang idola, biasanya memberikan efek positif bagi perkembangan jiwa penggemar, sebab, seorang idola biasanya menjadi inspirasi dan menjadi motivasi paling ampuh baginya.

Bicara tentang idola, tidak akan pernah ada habisnya. Semua hal tentang sang idola, seperti karyanya, pemikirannya, suaranya, kemampuannya, sikapnya, hubungan personal dan hubungan sosialnya, kebiasaannya, style-nya, semua bak magnet paling kuat bagi setiap penggemarnya.

Seringkali, anda mungkin jenuh mendengar seorang berceloteh sedemikian semangatnya tentang idolanya. Anda mungkin menganggap itu hal yang bodoh, lucu, menggelikan juga membosankan. Mungkin karena bagi anda, apa yang dibicarakan itu hal yang biasa saja, tak penting dan biasanya selalu luput dari perhatian. Namun bagi seorang penggemar, semua itu adalah hal yang paling berharga. Apalagi bila hal tersebut diketahui olehnya pertama kali dan langsung dari sang idola, wuuuuuuu.... bangganya selangit..!!
Aku pernah merasakannya, bahkan hingga detik ini aku masih terus menikmatinya. Aku punya idola, aku selalu terinspirasi olehnya, aku selalu termotivasi olehnya, dan aku.... aku selalu membicarakan semua hal tentangnya. Aku membicarakan karyanya, aku membicarakan pemikirannya, aku membicarakan sikapnya dan aku membicarakan style-nya.

Saat ini mungkin semua sudah tau bahwa aku mengidolakan Shikhei Goh, seorang photografer yang karyanya sudah melanglang buana ketingkat dunia. Awalnya tak terpikir bisa menjadi seorang penggemar seperti ini, sampai suatu ketika di tahun 2011, aku menemukan foto capung hasil karyanya yang mampu menyihir dengan pesonanya hingga membuatku langsung jatuh cinta. Jatuh cinta begitu saja pada pandangan pertama, tanpa tau siapa pemiliknya selain sebuah nama yang tercantum disana, Shikhei Goh.

Rasa penasaran membawaku melakukan hal-hal yang tak biasa aku lakukan. Mencari akun Shikhei Goh diberbagai media sosial. Setelah menemukannya, aku mulai ngeyel dan terus mengamati siapa sebenarnya orang yang telah membuatku mengidolakannya tanpa permisi ini. Aku telusuri semua hal dengan teliti, kelebihannya, kekurangannya, hubungan sosialnya dengan orang lain, termasuk interaksinya dengan penggemar seperti diriku. Tak luput juga dengan kebiasaan dan style-nya. Itu karena aku berpikir bahwa orang bernama Shikhei Goh ini sungguh tidak sopan, masa diriku yang narsis ini sampai berpaling padanya hanya karena sebuah foto?? Gubrakkk.

Dari hasil penelusuran dan pengamatanku tersebut, yang dapat aku simpulkan, adalah : walaupun body nya ndut dan pipinya kayak bapao, beliau punya kharisma tersendiri. Beliau punya karakter. Punya kemampuan belajar yang mengagumkan. Ramah. Humoris. Punya mental juara, dan yang pasti, beliau punya pesona celana keramat yang memikat. Xixixixixi

Oh ya, sebelum kesimpulan diatas aku buat, aku berinteraksi dulu dengan beliau agar aku tak salah penafsiran. Akun ku selalu muncul pada setiap status dan karyanya. Menariknya, waktu aku inbox beliau untuk pertama kalinya, pertanyaanku dijawab dengan ramah. Jawaban khas para idola. Penuh basa-basi. Beugh..... Apalagi fotonya waktu itu jadi juara. Bisa jadi ramahnya itu karena lagi senang, ya ga?
Jawab iya, kalo jawab engga, gue tabok. Xixixixixi

Besoknya aku inbox lagi, beliau masih ramah. Aku tertawa. Besoknya aku lakukan lagi, begitupun besoknya, besoknya dan besoknya. Aku pikir, jika orang ini tetap bersikap ramah menghadapi sikapku yang ngeyel ini, maka dia pantas untuk aku idolakan. Nyatanya beliau lulus. Karena tetap bersikap ramah, sampai detik ini, tidak pernah berubah.
Horeeee!!! Ga salah pilih idola. hehe

Beberapakali, aku sempat berpikir untuk berhenti mengganggunya, dan mengidolakannya saja dengan benar seperti penggemar yang lain. Namun karena sikap ngeyelku terlanjur membekas, aku masiiiiih saja hobi ngeyel dan selalu mengoloknya. Mengatainya gendut, besar, lebar, dan sederet pelesetan lainnya yang dapat membuat telinga panas. Tapi anehnya, dia tidak pernah tersinggung, mungkin karena telinganya sudah kebal dengar ocehan begituan, atau mungkin juga telinganya terbuat dari bahan tahan panas atau semacamnya (abis nulis ini langsung kualat), Xixixixi...

Bicara tentang style sang idola, terutama busana. Aku sering ketawa ngikik. Biasanya orang yang diidolakan banyak orang, akan selalu berusaha menjaga penampilan. Berpakaian rapi, wangi, dan yaaa tebar pesona. Tapi itu tidak kutemui padanya. Lihat saja semua koleksi fotonya, hampir semuanya pake kaos oblong warna item, celana pendek dan sendal jepit. Sementara rekan-rekannya berpakain rapi, celana panjang, sepatu dan pastinya wangi, bisa dilihat qo. Xixixixi

Bicara tentang baju, aku pernah menduga, dan ku pikir bukan hanya aku, orang lain juga menduga yang sama, bahwa didalam lemari pakaiannya hanya ada kaos oblong warna hitam!! Wakakakakakakaakakkkk... (sungguh terlalu diriku ini menuduh sembarangan. Xixiixxi)

Lalu, bicara soal celana, celananya juga cuma itu-itu doang.... celana pendek selutut. Kayak ga pernah ganti celana. Sampe-sampe banyak yang bilang itu celana andalan, itu celana kebangsaan dan macam-macam lagi. Mendengar itu, aku pun gatal mau kasi nama juga buat celana pendeknya tersebut. “celana keramat”, begitu nama baru yang kuberi pada celananya. Tak disangka, banyak yang akhirnya ikut menyebut celana tersebut sebagai “celana keramat”. Xixixixxi
Bicara soal celana keramat ini, aku pernah mengintimidasi beliau melalui BM. Aku paksa beliau bercerita tentang celana tersebut. Aku bilang “awas kalo ga cerita, aku sebarin foto jelekmu dimuka umum” wakakkaakakakakkkk....

Lalu dapatlah aku ceritanya. Tapi bukan karena ancaman tersebut manjur (soalnya ancaman itu ga mempan bagi beliau), itu terjadi karena beliau memang sedang berbaik hati untuk cerita. Jadi, diketahuilah olehku yang baik hati dan rajin menabung ini, bahwa celana keramat tersebut berjumlah enam helai. Jumlah sebanyak itu terjadi karena kebiasaan beliau yang suka belanja barang yang hampir sama. Xixixix
Pantesan semua pakainnya kayak ga pernah ganti. Xixixixixi... padahal ya... aku sudah mikir tuh.. Andai betul beliau memang jarang ganti, boleh tu dimasukin ke laboratorium buat diteliti, karena mungkin saat ini beliau sudah jadi sarang paling nyaman bagi bangsa kudas-kudis, kurap dan kutu aer....wakakakakaakakak... takut nyebar dan menginfeksi banyak orang. Kan bahaya....xixixixi
Idiihhh,,, kebablasan deh ngomongnya. Xixixixi

Lalu, bicara tentang pesona celana keramat. Menurut pengamatanku, celana keramat ini ampuh membuat beliau bergerak dengan leluasa. Ampuh juga membuat beliau terkenal karena ciri khasnya yang suka tampil santai ini. Sehingga bila dilihat dan dibandingkan dengan seksama, senyum beliau saat mengenakan celana keramat, jauh lebih lepas daripada saat beliau menggunakan celana panjang lainnya yang terkesan formal. Terang saja senyum lepas begitu bikin penggemar yang liat klepek-klepek tanpa daya, jejeritan sambil remas-remas pagar besi sampe ga jelas ujudnya. Xixixixi
Efek lain dari pesona celana keramat, beliau tak hanya disukai oleh para penggemar cewe, penggemar cowo pun suka. Bahkan beberapa cowo yang punya disorientasi seksual dengan suka rela menawarkan diri padanya. Xixixixixixixixiii...hahahaha...

Adoh.. sakit perot. Jom, mari dah kita sudahi. Sebelum ditimpuk pake tripod. Xixixixi



Betewe, bagi yang baca tapi ga ngerti, aku cuma bisa bilang "kamu memang tidak  akan pernah mengerti apa yang dirasakan oleh aku dan para penggemar Shikhei lainnya, jika kamu tidak punya idola. Kalau kamu ingin mengerti, pilihlah seorang yang pantas untuk itu. Pilih dia dengan hati, bukan dengan memaksakan diri".

Rabu, 13 November 2013

KABUR


“Kabur? Apa tu maksudnya? Lari, atau apa?”
“Meneketehe...terserah kamu aja mau diartikan apa... Judul tulisan ini memang bermakna ambigu kok”
idiiih...jawaban yang seenak udel ya? Dongkol-dongkol gimanaaaaa gitu dengarnya.
Trus kalo ditanya lagi “lah kalo gitu kenapa kamu tulis kalimat membingungkan begitu, klo akhirnya pemaknaannya dikembalikan lagi ke pembaca, suka-suka hati pembaca lagi?”
Trus dijawablah lagi seenak udel dikali dua “lah, sapa suruh kamu baca dan maknai. Aku hanya menulis qo, ga suruh kamu baca apalagi memaknai"
idiiiiiihhhhh...asem!
Pingin rasanya yang nanya segera ambil jurus njitak, saking gemes bercampur dongkol. Apalagi bila yang ditanya pasang muka datar tanpa ekpresi (bukan muka datar tanpa hidung dan perkakas wajah lainnya ya, xixixixi).
Gubrakkkk..
Yakin deh, kalo dua-duanya tetep melontarkan tanya jawab dengan ngeyel, bakalan jadi debat kusir tuh. Masing-masing akan melakukan pembelaan dan pembenaran yang tak ada habisnya. Dan pembaca, yang dengan seriusnya menyimak kata demi kata, tanpa sadar terseret arus jadi korban. Korban membaca argumen yang ga jelas juntrungannya.

Menurut referensiku, ambigu itu adalah kata atau kalimat yang memiliki arti lebih dari satu atau banyak. Sementara kata “kabur” yang tertera pada judul tulisan ini, mengandung makna ambigu “lari” dan “tidak jelas atau samar-samar".
Dalam penerapannya, makna ambigu memang seringkali menyamarkan sosok yang menjadi target atau objek pembicaraan. Sebagai contoh, aku menulis satu kalimat "anak ayam yang patah kakinya itu diambil oleh nenek". Pengertian siapa yang patah kakinya disini memiliki makna ambigu, bisa si anak ayam dan bisa juga si induk ayam. Tergantung bagaimana pembaca mengartikan. Jika pembaca mengartikan “anak ayam yang patah kakinya” sebagai anak ayam, maka  yang patah kaki dalam interpretasi pembaca adalah si anak ayam. Namun jika pembaca mengartikan “anak-ayam yang patah kakinya” menunjuk pada induk ayam, maka yang patah kaki dalam penafsiran tersebut adalah induknya ayam, bukan anaknya. Nah lo.... bingung kan....xixixixi

Membaca tulisan bermakna ambigu memang gampang-gampang susah. Membacanya gampang,namun menafsirkanya itu yang susah. Sebab makna ambigu yang samar menggiring kita untuk berspekulasi. Spekulasi yang berpotensi melahirkan interpretasi (penafsiran) yang kebablasan. Apalagi bila yang disamarkan tersebut berupa identitas. Sekalipun teridentifikasi dengan baik, tetap tidak menjamin penafsiran itu benar adanya. Bahkan sudah tepat sekali pun tetap saja masih bisa dikalikan dengan nol. Karena siapa sebenarnya pemilik identitas yang dimaksud, hanya penulis sendirilah yang tau. Betul ga? (ayo jawab betul, kalo jawab ga, gue tabok. Xixixixi)

Identitas yang samar-samar, yang disamarkan, yang kabur dan yang dikabur-kaburkan, menjanjikan perlindungan ganda bagi siapapun yang menggunakannya, baik lisan maupun tulisan. Perlindungan ganda yang dijanjikan itu benar-benar yahud, berupa perlindungan saat menyerang dan perlindungan saat diserang (perang kali yeee..). Si pengguna identitas Kabur ini akan dilindungi oleh si Kabur dengan membalutnya dari sisi kiri, sisi kanan, atas, bawah, tengah, belakang, semuanya, membentuk pertahanan diri bak baju zirah paling kuat. Si Kabur ini benar sudah menjadi bodyguard paling perkasa yang mampu melindunginya dari segala macam tuduhan, serangan balik atau apapunlah namanya.

Jadi, sekeras apapun pembaca mencoba menguraikan arti si Kabur, tak akan berguna. Sebab... Si Kabur selalu meninggalkan celah bagi penggunanya untuk lepas dari tuduhan. Itu pengalamanku.

Dan pengalamanku juga, bila keseringan membaca tulisan beridentitas kabur, dapat membuat tulisan tersebut terasa biasa saja, tak lagi mampu menghadirkan perasaan tersentil, tak lagi respek, tak lagi peduli. Yang akhirnya menjelma menjadi provokator untuk mulai mengabaikan. Toh tidak jelas juga kan siapa yang disinggung.

Mungkin disini, si Kabur berubah jadi senjata makan tuan.



Senin, 11 November 2013

Kesewenangan Penulis

Tulisan ini berangkat dari analisa pribadi yang dangkal, tentang seorang fotografer yang menurutku terlalu sewenang-wenang dalam menjustifikasi orang lain melalui tulisannya dalam sebuah blog, Kata Foto.

Perlu diketahui, aku menulis ini tidak berangkat dari rasa benci ataupun iri pada penulis. Karena terus terang, aku belum pernah bertegur sapa apalagi bertatap muka dengannya. Namun, membaca semua tulisannya membuatku menyimpulkan satu hal. Dia menyukai kata-kata kasar dan senang melontarkan cemoohan. itu menurutku.

Dan menurutku lagi, tulisannya dibumbui terlalu banyak hujatan terhadap orang lain yang dia nilai melakukan kesalahan, melakukan hal yang tak seharusnya. Alhasil pesan pelestarian lingkungan yang ingin disampaikannya kalah pamor dengan hasil kritisinya terhadap sederet tokoh tanpa nama (namun lucunya, teridentifikasi dengan jelas) yang dihujatnya tersebut.

Sebagai contoh, dalam sebuah artikel terbaru dia menulis “padahal jelas-jelas kumpulan itu terdiri dari berbagai kalangan. Ada yang tua, gila muda, juara pamer, mahir menipu, hobi mencuri, mantan calon juara..” membaca ini aku tertegun. Bagiku, kata-kata ini kasar dan sangat berpotensi menyinggung dan melukai perasaan orang lain.

Dengan penasaran, aku buka beranda blognya, diawal blognya tertulis kalimat “kecerdasan intelektual, emosional dan spritual yang dipadu dengan pemahaman teknis fotografi memungkinkan terciptanya sebuah foto yang mampu menggantikan banyak kata”, sebuah kalimat yang sangat dalam maknanya.

Pemahamanku, orang yang mampu menulis kalimat sehebat itu pastilah orang yang mempunyai perpaduan semua unsur tersebut. Sehingga, sangat tidak mungkin rasanya dia tega menulis dengan memakai bahasa yang kasar begitu. Karena biasanya orang yang cerdas secara intelektual, tidak menggunakan kata-kata kasar, mereka lebih memilih menggunakan kata-kata yang halus. Begitupun orang yang memiliki kecerdasan emosional, mereka menghindari kata-kata berkonotasi kasar yang berpotensi melukai perasaan orang lain. Demikian pula dengan orang yang memiliki kecerdasan spiritual, mereka pastinya akan menggunakan kalimat yang santun yang tidak menyinggung perasaan orang lain. Apalagi jika orang tersebut memiliki ketiganya, seperti tulisan diawal blog tersebut.

Tapi ya sudahlah... mungkin saja tulisan di beranda blog itu hanya sekedar tulisan saja, bukan menggambarkan jati diri si penulis. Sambil berpikir begitu, aku lanjutkan membaca artikelnya “namun sayang disayang, yang jadi pimpinan gila kewenangan, haus popularitas, serta sibuk dengan prestasi diri sendiri”

Duhaiii... hatiku yang lembut ini tidak kuat membaca kata bernada kasar seperti ini bertubi-tubi. Kalimat ini jelas selain kasar juga penuh dengan cemooh dan amarah. Terasa juga didalamnya terkandung kekecewaan mendalam penulis sehingga mencetuskan kalimat justifikasi yang sedemikian rendahnya terhadap si pimpinan.

Dari sini aku mulai tertegun lagi. Menyimpulkan lagi. Melengkapi simpulan pertamaku yang menyatakan penulis ini menyukai kata kasar, maka sekarang bertambah menjadi “ternyata tak hanya menggunakan kata kasar, namun juga tidak menyimpan rasa hormat terhadap orang lain”.

Bahhh... mengecewakan memang. Penulis sehebat dia, yang bercerita dengan gayanya yang unik ternyata takk mampu bertutur kata dengan sopan. Tutur katanya serampangan, seenak udel. Aku yang baca sampe “sesek” akibat beratnya nada cemooh dalam tulisannya tersebut.

Hobi mencuri... ini tak hanya cemooh sebenarnya, ini hinaan. Adakah orang yang hobbinya mencuri selain seorang kleptomania? Dan apakah gelar hina yang dia sematkan ini setelah melalui serangkaian riset?? Atau hanya mulut dan tangan serta pikirannya saja yang lancang menuliskan dan menganugerahkan gelar hina ini kepada seseorang???

Gila kewenangan!! Busyettt... apalagi itu? Dan bagaimana pula bentuknya?? Apakah kewenangan wakil ketua, sekretaris, maupun seksi-seksi dia semua yang ambil? Atau dia maunya semua kegiatan dia yang handle? Atau gimana sih?

Disini aku mulai merasa jengah. Ternyata ada manusia yang menganggap rendah manusia lainnya sampai memberikan gelar sehina itu. Uhukk... Disini aku jadi kehabisan kata dan hanya bisa meratapi, betapa ternyata seorang penulis itu bisa begitu sewenang-wenangnya dalam menjustifikasi, menghujat, mencemooh bahkan memberi gelar pada orang lain yang tidak disukainya dengan dalih kebebasan berpendapat, kebebasan menulis, kebebasan ini, kebebasan itu, tanpa melakukan serangkaian riset, tanpa melakukan sebuah pendekatan atau penelitian dengan metode apapun namanya. Seorang penulis, bisa langsung dengan lancangnya menghakimi orang lain secepat jarinya menekan tombol keyboard untuk mengetik kata “kamu haus popularitas!! Kamu gila kewenangan!! Kamu penipu!! Kamu juara pamer!! Kamu hobi mencuri!!”.

Gubrakkkkkkk..... sakit sekali hatiku membacanya.

Kebebasan penulis ternyata sudah kebablasan. Kewenangan menyampaikan informasi untuk memberikan edukasi malah dengan lancang diselewengkan untuk menghujat dan mencemooh. Padahal alangkah baiknya bila menulis sesuatu yang berimbang, antara masalah dan solusi diberi porsi sama besar dalam pembahasan. Sehingga pembaca tak hanya tau permasalahan saja, namun juga tau solusinya. Apalagi dari sekian banyak artikelnya, tak aku temui artikel yang membahas tuntas bagaimana menjaga kelestarian lingkungan dengan baik, bagaimana jika ingin berkarya dengan menggunakan hewan langka dengan tanpa membunuh dan merusak habitatnya... Tidak ada. Semua tentang pelestarian hanya dibahas sambil lalu. Sehingga terkesan bukan itulah fokus utama yang disampaikan.

Titik fokusnya justru jatuh pada kritisi terhadap sederet tokoh tanpa nama. Sehingga, seperti yang aku bilang tadi, karena porsi masalah dibahas lebih besar, maka masalah itulah yang akhirnya dilihat dan ditanggapi orang. Dan jika itu terjadi, berarti gagallah si penulis dalam menyampaikan pesan pelestarian lingkungan yang dikoar-koarkan tersebut.

Hahhhh... Sudah ah.. Cape. Jadi demikian saja analisa dangkal ini semoga kata-kata kasar dan kesewenangan gelar yang ditulisnya tak akan ditiru oleh pembaca. Terlebih oleh diriku. Karena, sekalipun aku dididik di sebuah sekolah kedinasan yang penuh dengan kekerasan dan kata-kata kasar, aku sadar, kata
-kata kasar dan kesewenangan tidak akan membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Mari, mulai sekarang kita STOP berkata kasar secara lisan maupun tulisan.

Salam damai,
Sutri Sasmita.



Sumber :
http://www.katafoto.com/artikel/135-indah.html

Rabu, 19 Juni 2013

Dream Come True (part 1)

Mimpi ketemu Master Shikhei Goh yang lama aku simpan, akhirnya bisa terwujud.




Berawal dari acara workshop Master Nordin Seruyan di Singkawang, 
aku memposting status di Facebook :
“Bang Nordin Seruyan tanggal 16 Juni ke Singkawang, Bang Shikhei Goh kapan ya?”
Posting tersebut mendapat apresiasi dari sang master pujaan. Sehingga tak lama kemudian aku diberitahu panitia (Mohd. Ridha Mochtar) kalo beliau bersedia datang dan ikut serta mengisi acara tersebut sebagai Guest Star.

Tentu saja kabar menggembirakan ini membuatku melonjak-lonjak senang. 
Dari informasi yang dikumpulkan, master pujaanku itu akan tiba di Pontianak tanggal 11 Juni 2013 dan pulang kembali ke Batam tanggal 18 Juni 2013. 
Sayangnya, dalam waktu yang panjang itu aku tak dapat bertemu karena sedang mengikuti Diklat Kepemimpinan untuk Pejabat Eselon IV Pemerintah Daerah Kabupaten Landak.


Ketika sang master mengirim pesan via BM untuk menanyakan kapan bisa ketemuan, hatiku yang senang menjadi sakittttttt sekali, apalagi beliau bilang, dia membawa oleh-oleh untukku dari perjalanannya selama 10 hari di Beijing. 
  
Tuhaneeee... 
Betapa malang nasibku saat ini. 
Aku tak mungkin menjatuhkan harga diriku dengan kabur dari asrama
(setelah jatah ijin yang diberikan panitia sudah kugunakan hari rabu
untuk menjenguk ayahku yang sedang sakit).
aku juga tak mungkin mengendap keluar lalu pulang lagi ke asrama sebelum senam pagi....

Keterbatasan akibat pertimbangan-pertimbangan logis tersebut, membuat hati ini semakin terasa sakit. Ditambah lagi waktu yang terasa begiiiiiitu lama berlalu. 
Biasanya satu hari itu hanya 24 jam. Tapi sejak kedatangan sang master, satu hari berubah jadi 10.000 jam, bahkan pergantian detik menjadi menit pun seakan tak pernah terjadi..!! 



OMG.. !!
Tanpa sadar, hal ini membuatku memunculkan hobi baru. 
Hobi melototi jam weker, hobi liat jam dinding disetiap ruangan, hobi narik tangan teman untuk melihat jarum jam-nya, hobi liat jam ditangan sendiri setiap sekian menit... 
(akhirnya aku sadar, betapa jam tanganku ternyata keren juga. wkwkwkwkkkk...). 
Dalam beberapa hari itu aku takut semua jam telah rusak tanpa sepengetahuanku. 
Begitupun dengan tanggal, aku takut mereka tak berganti lagi.
 (bodoh dipelihara, mana ada tanggal yang tak berganti. Wkwkwkwkwkkk...)



Menunggu untuk dapat bertemu idola yang berada tak jauh dari kita 
adalah hal yang sangat menyiksa. Begitupun dengan diriku. 
Membuka WhatsApp, BM maupun Facebook yang kuliat hanya status 
dan foto teman-teman bersama idolaku itu. 
Foto-foto yang terpampang tersebut laksana magnet.
Mengundang keluar semua iri dengki dalam hatiku. 

Syuuuuuurrrr... 
Iri dengkinya keluar begitu saja, membuatku merasa ingin membanting hape.
Untung segera sadar, klo hape ini mahal dan klo rusak mesti kluar duit lagi......
(sifat perhitungan selalu muncul disaat genting. Wkwkwkwkkk..).


Tanggal 12, 13 dan 14... 
Aku bertahan dengan tidak rela hingga tiba saatnya tanggal 15....
Sedari siang aku sudah sangat gelisah menunggu materi diklat berakhir, rasanya kursi yang 
kududuki telah berubah menjadi kursi yang sangat kotor, penuh debu, penuh duri, 
paku, jarum, kutu, kecoak, bara api, bahkan tai kucing...
(wkwkwkwkwkkk...majas hiperbola)
Setiap ada teman yang nanya, aku ngedumel.
 Giliran aku ditanya, jawabku cuma “pass” biar materi cepat berakhir. 
Namun sayangnya pemateri hari itu sedang tak ingin kompromi, tak mau mengerti isi hatiku.
Dengan cueknya dia malah membuka materi baru. 

Ayeeeeee.... 
Jadilah diriku terduduk disana dengan hati dan pikiran yang sudah melayang 
menuju tempat dimana sang master pujaan berada. 
Sengsaranyaaaa...!!


Minggu pagi tanggal 16 Juni 2013
Aku tak sabar menelan sarapan, saat nervous mulai melanda....
rasanya piring dengan segala isinya itu pingin kumasukkan saja sekaligus keperut biar aku ga merasakan gejalanya.

Sampai di Kampung Batu Villa & Resto, aku sempat takut untuk turun dari mobil. 
Kakiku gemetaran memikirkan bagaimana nanti saat bertemu, 
bagaimana aku harus menyapanya, apakah jabat tangannya dulu apa negur dulu, 
lalu kalo negurnya harus bagaimana....
(superduperribet deh pikiranku saat itu). 

Abis... aku kan telat dari jam yang ditentukan, jadi... kupikir beliau pasti sudah menunggu di Kampung Batu Villa & Resto Singkawang....
:'(


Begitu memberanikan diri masuk, ternyata beliau belom ada.... 
yang kutemui cuma beberapa teman peserta workshop. 
(Rada kecewa sih...hehe) 
Namun dari mereka aku mendengar berita bagus, katanya tadi malam sang master menungguku sambil membawa oleh-olehnya. Tapi karena aku tak datang, oleh-oleh tersebut akhirnya dititipkan kepada panitia.
(sedihnya..... oleh-oleh itu tak langsung ku terima dari beliau. Ahiks....)


Sambil menunggu, dengan tak sabar aku memberondong teman-teman tentang semua hal yang ingin ku ketahui. Bagaimana rupa asli sang master? 
bagaimana rambutnya? 
bagaimana posturnya? 
bagaimana pipinya? 
bagaimana suaranya?? 
Teman-teman hanya tertawa saja dan bilang nanti juga aku akan melihat dan mendengarnya sendiri.


Menjelang jam 9 pagi, nervous mulai menyerangku lagi, dan ini pasti tanda-tanda bahwa sebentar lagi sang master akan segera datang. Ngadepin beginian memang butuh menenangkan diri. 
Untuk mencapai itu, aku segera ke toilet, nyampe toilet malah ilang mulesnya. Mau keluar toilet, takut. Ntar beliau mendadak munculkan berabe, ga ada persiapan. hehe


hmmmm... sambil mikir-mikir ditoilet, gimana klo aku latihan saja?
"hello master, apa kabar? saya suka karya anda.."
(sambil menjabat keran air, pura-punya itu tangan beliau... xixixixi..)
“uk uk uk uk”
(anggap aja yang ngomong gitu tuh sang master...xiixixixi)
“mmm..master, qo tangannya lembut begono?”
(jiah.... ancur.. masa nanya begituan... ya jelas lembutlah... 
wong keran aernya ada selang plastik. Ck ck ck ck...).

Jadi, alih-alih sukses dalam latihan, yang ada malah perut jadi mules dan keringetan lagi. 
Plus udara di toilet tiba-tiba terasa pengap... 
Bisa dipastikan, beberapa menit lagi aku bakal mati kehabisan udara kalo tetap keukeuh mekap di dalam situ. Wkwkwkwkk....
 tapi lucunya, aku tetap takut keluar, mikirnya kali aja sang master pujaan uda ada diluar dan aku belum siap apa-apa (meratap sambil mukulin dinding). 
Kebanyakan mukul, takut juga dindingnya bakal retak dan jebol. Wkwkwkwkkk...
 terpaksa keluar, dengan keputusan, apapun yg terjadi terjadilah, udah. 

eeeh, tenyata beliau masih belum datang juga...... hahahaa... 
malu rasanya udah nervous begitu. Untung dinding toiletnya belum jebol. xixixixi


Tunggu punya tunggu, yang ditunggu tak juga nongol-nongol, bahkan saat Master Nordin Seruyan muncul sampe dimulainya workshop, batang idung sang master pujaan masih ga keliatan. 
Baunya pun ga keciuman sama sekali (macam sudah pernah nyium sajaaa...wkwkwkwwk). 
iih...kesal rasanya. 
Apalagi teman-teman terus cerita tadi malam mereka seru-seruan sama beliau. 
Iiiihhhh.... dongkol deh!
Rasa mau di lakban aja mulutnya, wkwkwkwwkkkk...
(Namun segera aku berpikir, mungkin beginilah rasanya saat dia menungguku datang..xixixixi).


Dan akhirnya... 
aku mendengar suara ribut teman-teman "cieeee...cieee..." 
segera ku palingkan wajah kearah pintu masuk dan............ 
ga ada siapa-siapa disana. teman-teman hanya menggodaku saja. Beberapakali. sampe wajahku berubah jadi cemberut dan tak mau lagi noleh ke arah pintu. Saat itulah sang master yang ku tunggu benar-benar datang. Aku bisa merasakannya. Tapi aku tak berani menoleh. 
Hingga ku dengar suaranya...... 
Ayeeeeeeeee.... jantungku rasa mau melompat keluar!! 
Wakakakakakakkkk....

Ku palingkan wajah, ku lihat....
Tubuhnya ternyata tinggi.
Pipinya bulat dan matanya sipit, persis seperti di foto-fotonya yg biasa kulihat 
(berarti itu foto asli ya, wkwkwkwkwkkk...).

Lalu.... 
aku merasa begitu susah untuk berdiri, 
sampai akhirnya sang master mendekat ke arahku dengan penuh senyum. 
Eakkkkkkkkk..... (klepek-klepek).

Tapi tak disangka, akhirnya aku mampu berdiri dan bahkan menyalaminya. 
Hanya saja... 
Selama bersalaman, tak sepatah katapun dapat keluar dari mulutku. 
Semua kata yang telah kuhapal tadi hilang, yang kulatih di toilet, hilang!
lenyap begitu saja berganti lonjakan-lonjakan kecil dan aneh disekeliling beliau. 
Hahahahahaha..... 
(ancoreh... tariannya sangat tak menarik. Wkwkwkwkwkk..)

Aku terus saja melonjak-lonjak riang tanpa melepas jabatan tangan kami. 
Sambil melonjak-lonjak itu aku juga terus ketawa-ketiwi sendiri, persis seperti orang tak waras. Hahahaha.. 
(tapi biasanya orang kalo ketemu idola memang gitukan?? 
apa yang akan dilakukannya ga bisa diprediksi #bela diri).


Lalu, tak tau bagaimana awalnya aku malah sudah memeluk beliau !!
Gubrakkkkkk..!! 

Sayangnya aku ga bisa jelasin gimana awalnya bisa meluk.. 
apakah aku langsung memeluknya begitu saja, atau aku merentangkan tanganku terlebih dulu dan dia menyambutnya, aku tak ingat. Bahkan sudah ku refiew beberapakalipun ingatanku tentang bagaimana kejadiannya, tetap saja "blur"...
 ingatnya uda meluk gitu, aku nepuk-nepuk punggungnya... 
wkwkwkwkk.. ancoreh...

Aku tak bisa membayangkan reaksi teman-teman yang menyaksikan pertemuan pertama kami yang tak wajar tersebut. Coz ga ada yang mengabadikannya. Mungkin semua melongo dan kaget. Wkwkwkwkwkkkk...




....bersambung part 2


Rabu, 03 April 2013

HBD ketua KOMKA



hari ini tanggal 3 april, pak ketua ultah ye....


Teringat...
dulu pertama kali ketemu ketua komka (Irfan Marindra), rasanya aku syokkk banget. bagaimana tidak, dia ternyata memiliki senyum yang jauh lebih manis dari diriku (jangan ketawa, nanti beliau Ge-Er..xixixi).

selama berteman dengan beliau, aku bukannya tak memperhatikan, aku memperhatikan sampai mataku melotot seperti ikan mas koki. aku memperhatikan cara beliau tertawa... cara beliau bicara, cara beliau meracuni anggota... sungguh, benar-benar sesuatu yg bisa menimbulkan rasa iri sejagat raya. tukang becak iri, tukang copet iri, tukang tambal ban iri, tukang cuci juga iri... semua iri, tak terkecuali diriku. saat itulah aku menyadari, rasa syok yang dulu kualami bukannya sembuh, justru meningkat pesat jadi iri tanpa dengki (tepok jidat, sudah berusaha tapi irinya tetap kebablasan). aku iri karena aku selalu berandai "andai saja senyumku ini semanis senyum pak ketua, mungkin............." (maaf, tak bisa dilanjutkan karena terlalu banyak perencanaan yang muncul dikepala untuk menggunakan senyuman tersebut. hahahahahaa... tapi ojan pasti tau maksudnya.xixixixi...).

lama berkutat dengan rasa iri akan kemanisan senyum beliau yang berada diatas 40 briks (kaya buah aja) aku menyadari sesuatu (lagi), jangan-jangan beliau akan menjadi sainganku sebagai orang paling cantik di Komka (ngasi gelar sendiri yah..wkwkwwkwkwkwkk) tapi syukurlah pak ketua ini laki-laki tulen, buktinya beliau sudah punya anak dan istri (meskipun baru satu, dan mudah-mudahan ga pernah nambah) jadi aku tak perlu menganggapnya rival apalagi sampai paranoid dengan senyumnya yang supermanis itu (merasa menang. hahahhaahahaa).

tapi rasa menang ini sertamerta terpatahkan oleh kredibilitas beliau (ampoooonn...) karena ternyata selain manis, beliau juga lembut (bukan selembut kue ato kain ya) dan perhatian, beliau konsisten,bertanggung jawab, rela berkorban untuk Komka (kenapa ga rela mati aja biar nambah daftar kebaikannya.xixixi..) dan dia juga selalu bisa menjaga komunikasi para anggota (klo ini kadang aku sebel juga, mungkin saja sebenarnya beliau ini cenanyang ato muridnya eyang subur sehingga bisa tau ada anggota yang lagi butuh perhatian lebih...wkwkwkwwkkk).

bicara cenayang, aku tak bergurau loh... beberapa kali aku sempat merasa jauh dari Komka, namun tak lama pasti kutemukan pesan whatsApp dari beliau untukku. awalnya nanya kabar, nanya kapan bisa hunbar, ujung-ujungnya meracun. membuatku galau dan tak henti menatap kamera. dengan kemampuannya ini, tak heran pengaruhnya makin meluas... meluaas... meluaaassss..... dan akhirnya menjajah setiap kota lalu menancapkan bendera Komka disana (gubrakkkk...!!).

dan sekarang... meskipun rasa iri ku pada senyumnya itu masih ada, namun aku sangat menghormati beliau (saking hormatnya aku sampai bisa membayangkan sedang upacara bendera, tapi benderanya diganti dengan beliau...xixixi).

duuuh... dari tadi melantur mulu. sampe lupa sama tujuan sebenarnya. habede pak ketua.... semoga sehat selalu.... sehingga saya yang sakit-sakitan kena santet macro pak ketua, kena racuni pak ketua ini ga cepat mati...(meninggalkan macro, maksudnya. jangan nyumpah,,,,huhuhuuuu)

jadi teringat (lagi) mau ucapain selamat ultah pas tadi malam malah ketiduran. paginya mau nelpon ga ada pulsa, pas isi pulsa, banyak tamu dikantor. ujung-ujungnya nelpon tengah hari. eh, nggak diangkat pulak...alamakkk...dose ape yang dah saye buat ni?? (merepek dalam diam)
tapi tak lama pak ketua balik nelpon (pasti sengaja isi pulsa banyak-banyak, cos ini hari bahagianya beliau #sinis)

tapi beliau malah ketawa-tawa dikatain. duuuuhh baiknya...... (#mata penuh bintang, berpendar-pendar. hahahahaha..) mungkin pak ketua ini bukan manusia biasa. mungkin saja dia sebenarnya malaikat yang sedang menyamar jadi ketua Komka. wkwkwkwwkwkwkwkkkk

ah...udah jam pulang kantor. pulang ah....
apa yang susah dalam hidup ini, tanggal 14 april uda makan besar (pak ketua yang traktir).


Rabu, 10 Oktober 2012

KOMKA


karena ceritanya aku kadung love at the first sigh sama dunia macro, maka bergabunglah aku di Komunitas Macro Kalbar (KOMKA) pada tahun 2012 tapi aku lupa tanggal dan bulannya, pokoknya sekitar 5-7 bulanan gitu deh. n sejak bergabung di KOMKA inilah aku semakin mengenal dunia kecil yang semula sama sekali tak ku sadari.. dunia ini ternyata begitu mengagumkan. 

pada waktu pertamakali pingin motret, aku begitu susah menemukan telen-telen (talent) kecilku ini, aku sampe heran kenapa teman-temanku bisa dengan mudahnya melihat mereka sementara aku tidak.
lalu, secara tak sengaja muncul sebuah inspirasi saat aku sedang nonton film kartun kesayanganku, Simba 1/2m. difilm itu seekor kera memberi petunjuk pada meerkat nakal yang sedang kebingungan "jika kau ingin menemukan apa yang kau cari, lihatlah dibalik apa yang terlihat olehmu" begitu kata si kera. mendengar itu, diam-diam aku pun mengingat kalimat itu dan berusaha memahaminya, hingga akhirnya dengan bahasaku sendiri, kalimat itu ku artikan sebagai "ngezoom" dengan menggunakan kedua mata agar aku dapat menemukan makhluk-makhluk kecil yang ku cari disekitarku (maksa banget pengertiannya ya..xixixiixi).

mula-mula aku melakukannya dengan cara melototi sekitar, tapi alih-alih dapat melihat "mereka", yang ada malah mataku jadi perih dan kabur. hehe... tak habis akal, kucoba lagi dengan berbagai cara lainnya. terakhir, aku menganggap mataku sendiri adalah sebuah lensa, jadi...kubesarkan pelan-pelan sudut pandangku, ku arahkan mataku pelan-pelan saat mengamati sekitar, kutajamkan, fikiranku kufokuskan... pokoknya sama persislah seperti saat aku sedang ngezoom menggunkan lensa yang dapat membuat tampilan mereka terlihat "besar". dan.. benar saja, akhirnya   aku mampu menemukan "mereka" dengan mata telanjang, ada seekor! dua ekor!! tiga ekor.. empat.. dan oh ramenya..!!! aku ternganga sendiri, "kereenn!!!!!!" begitu pikirku dengan penuh kagum.

lalu, beberapa bulan kemudian mataku sudah terlatih untuk ngezoom dengan baik. aku bisa ngezoom dengan kedua mataku saat aku sedang berjalan, sedang duduk menunggu sesuatu atau bahkan saat aku sedang berkendara, mataku ini hampir selalu bisa menemukan "mereka". makanya ketika hunbar KOMKA dengan MAP dan NPC tanggal 23 September 2012 lalu, ditengah sesi model aku bisa melihat seekor mantis kecil diantara kaki si model. dan tanpa sadar aku berteriak kencang agar si mantis kecil itu tak terinjak olehnya. hehehe

nih dia si mantis kecil (by Theofilus Irwan)

pokoknya sejak mataku bisa ngezoom, aku tak pernah lagi merasa duniaku sunyi kala aku sendirian, tak pernah lagi aku merasa bosan saat menunggu bus lewat, sebab mataku dapat dengan cepatnya teralihkan pada dunia kecil itu. dalam diam bisa kulihat mereka sibuk terbang kesana sana kemari, hinggap kesana, hinggap kesini, terbang lagi, hinggap lagi... tak bosan-bosannya. hingga suatu saat, "hap!!!" mereka menangkap makhluk lainnya untuk dijadikan sarapan, camilan atau bahkan makan besar. tak jarang, mereka juga tertangkap dan mengalami nasib yang sama. ngeri.. tapi seru! bahkan.... terkadang, tanpa sengaja aku melihat juga pesta perkawinan mereka, ad yang segera bersembunyi, namun ada juga yang tak peduli dengan kehadiranku. "moment yang bagus" pikirku, namun saat mata mereka juga menatapku, aku tiba-tiba saja merasa malu.....iiiih, ternyata aku telah menjadi seorang tukang intip ya... hahaha

 jepretanku, yang liat ini berarti ngintip juga ya...

trus, setelah lulus tahap ngezoom, aku mengalami kendala berat yang sampai sekarang masih terus menggangguku, yaitu ketika aku akan mengabadikan apa yang aku lihat dengan mataku kedalam lensa. rasanya apa yang aku lihat dengan mata "zoombastic"ku terlihat lebih baik dari yang tertangkap oleh kamera. dikamera hasilnya jadi missfokus lah, jadi shake-lah, macem-macemlah pokoknya. apalagi saat pas mau nekan shutter, aku sering gemetaran ga kuat nahan nafas...hehe

 salah satu jepretanku juga

begitulah, ternyata foto macro itu tak semudah yang aku bayangkan. sebab, macro itu tidak seperti foto model, yang bisa kita atur dan kita arahkan, yang bisa kita tentukan lokasi dan moment-nya. macro itu menurutku adalah tentang kesabaran dan keberuntungan. sabar untukku mendekati object yang tak selalunya suka didekati, sabar untukku menunggu moment yang selalunya tak tepat, sabar untukku menerima pandangan aneh orang-orang yang lewat dan sabar untukku menghadapi rasa gatal tergores duri dan ilalang, yang membuat kulitku jari tak mulus dan berjerawat (xixixixxi) serta sabar untukku menghadapi dinginnya embun dan panasnya matahari kala hunbar.... (jiaaahh...puitis banget yah..)

di KOMKA ini aku berlatih untuk mengatasi semua kekuranganku ini, maskipun sekarang hasilnya belum terlihat, tapi kalian tunggu saja, akan ada masanya dimana aku bisa mengatasi semuanya. apalagi yang membimbingku adalah para master macro di KOMKA seperti  Danniel Partogi, Mas Irfan Marindra, Theofilus Irwan, Tustel Ico, Iwan Ponti, Anggara Fauzan alias si Ojan unyu celaluw, dll (terlalu banyak untuk ditulis, yang ditulis hanya yang ngajarin ajah ya...wkwkwkwkwkkwk).

pertama ketemu KoMKa, 17 Juni 2012
(by Qois)

with Sultan Macro, Danniel Partogi


ah ya... ada sedikit yang ingin aku ceritakan tentang mas Irfan Marindra, beliau ini Ketua KOMKA yang baru. beliau ini jugalah orang yang telah mempercayakan aku untuk menjadi admin KOMKA bagian humas. awalnya aku kaget waktu dimintai kesediaan menjadi humas, masalahnya aku belum lama bergabung di KOMKA, karyaku pun belum ada yang meraih Frame KOMKA, tapi aku positif thingking saja mungkin ini kesempatan bagiku untuk lebih dekat dengan dunia macro. apalagi senyum yang terselip dalam permintaan pak ketua ini terlalu manis untuk ditolak, tutur katanya pun terdengar halus dan sopan, bikin aku mati kutu, dan cilakanya, sebelum kutunya mati aku masih sempat-sempatnya berfikir "setttdahhh..ternyata dia lebih manis dari akyu!"  (gubrakkk....)
Ketua KOMKA, mas Irfan Marindra
(by hasil nyolong via FB..xixixixi)

naahh.. uda liatkan senyumnya?? manis kan?? senyum pak ketua inilah yang selalu membuat aku semangat kala berdiskusi dengannya, ide-ide yang aku sampaikan selalu beliau tanggapi dengan senyum dan jawaban yang bijak, belum pernah kuliat beliau menjadi temperamen karena sesuatu. beliau orangnya kebapakan dan beliau juga orangnya cepat tanggap dan selalu gerak cepat. buktinya, pameran baru dilaksanakan bulan Maret 2013, eh, sekarang aja beliau sudah wara-wiri kesana kemari dibantu rekan-rekan yang lain. dan lagi, mungkin berkat berkah dari senyumnya itu juga kali beliau bisa mendapatkan diskon 70% dari sponsor. sungguh sebuah totalitas dan pencapaian yang patut diacungi jempol. fufufuuuu....tak salah rasanya saya memilihnya sebagai ketua. xixixixi.


ini logo KOMKA




sekian saja dulu cerita KOMKA ini kutulis, nanti di lanjutkan pada entry berikutnya ya.. bye...






Minggu, 07 Oktober 2012

Mr. Shikhei

sebagai seorang fans, aku terus mengikuti perkembangan foto Mr. Shikhei Goh lewat akun-akunnya.
namun karena banyaknya aktivitas, aku seringkali ketinggalan.
karena itu, ku muat saja disini agar aku tak lupa dan mesti bongkar-bongkar koleksi fotonya.
heheheheheee

untuk hasil foto, selain foto capung dalam deraian hujan itu masih banyak foto-foto Mr. Shikhei yang menurutku sangat bagus, diantaranya  :


 sumber :
http://www.facebook.com/pages/Shikhei-Goh/335629759852057?sk=photos_stream

trus...

selain bakat, sang master juga didukung perlengkapan keren ini.

 Canon EOS 7D plus 100mm 2.8L

 Canon mpe-65

Canon Twinlite (mt_24) and DIY diffuser

 Raynox dcr 250

Canon Speedlite 580 ex II


trus yang ini, foto-foto Mr. Shikhei in actions :

by Erwin Astro

by Hadrani Hasan

by Muhammad Roem Phn


nah.... itulah sedikit tentang FG idolaku yang aku muat disini,
bagi rekan-rekan pemula di dunia macro seperti diriku, janganlah merasa rendah diri dengan perlengkapan beliau, atau malah berpikir seandainya kita punya perlengkapan seperti beliau, lantas kita juga bisa langsung menghasilkan foto sebagus karya beliau tanpa perlu belajar lagi.
ingatlah bahwa sebuah proses itu tidak bisa instan.
dan lagi, dengan teknik tertentu kita juga bisa memaksimalkan perlengkapan yang kita miliki,
asal kita ga malu bertanya dan rajin praktek sendiri atau ikut hunbar. so, tetap semangat ya!!!
(sebenarnya kalimat ini lebih ditujukan pada diri sendiri. xixixi)


dah... lega rasanya setelah memuat ini. hehe
semoga ini bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi juga bagi teman-teman yang baca.