Mimpi ketemu Master Shikhei Goh yang lama aku simpan, akhirnya bisa terwujud.
Berawal dari acara workshop Master Nordin Seruyan di Singkawang,
aku
memposting status di Facebook :
“Bang Nordin Seruyan tanggal 16 Juni ke Singkawang, Bang Shikhei Goh kapan ya?”
Posting tersebut mendapat apresiasi dari sang master pujaan. Sehingga tak lama
kemudian aku diberitahu panitia (Mohd. Ridha Mochtar) kalo beliau bersedia
datang dan ikut serta mengisi acara tersebut sebagai Guest Star.
Tentu saja kabar menggembirakan ini membuatku melonjak-lonjak senang.
Dari
informasi yang dikumpulkan, master pujaanku itu akan tiba di Pontianak tanggal
11 Juni 2013 dan pulang kembali ke Batam tanggal 18 Juni 2013.
Sayangnya, dalam waktu yang panjang itu aku tak dapat bertemu karena sedang mengikuti Diklat
Kepemimpinan untuk Pejabat Eselon IV Pemerintah Daerah Kabupaten Landak.
Ketika sang master mengirim pesan via BM untuk menanyakan kapan bisa
ketemuan, hatiku yang senang menjadi sakittttttt sekali, apalagi beliau bilang,
dia membawa oleh-oleh untukku dari perjalanannya selama 10 hari di
Beijing.
Tuhaneeee...
Betapa malang
nasibku saat ini.
Aku tak mungkin menjatuhkan harga diriku dengan kabur dari
asrama
(setelah jatah ijin yang diberikan panitia sudah kugunakan hari rabu
untuk menjenguk ayahku yang sedang sakit).
untuk menjenguk ayahku yang sedang sakit).
aku juga tak mungkin mengendap keluar lalu
pulang lagi ke asrama sebelum senam pagi....
Keterbatasan akibat
pertimbangan-pertimbangan logis tersebut, membuat hati ini semakin terasa
sakit. Ditambah lagi waktu yang terasa begiiiiiitu lama berlalu.
Biasanya satu
hari itu hanya 24 jam. Tapi sejak kedatangan sang master, satu hari berubah
jadi 10.000 jam, bahkan pergantian detik menjadi menit pun seakan tak pernah
terjadi..!!
OMG.. !!
Tanpa sadar, hal ini membuatku memunculkan hobi baru.
Hobi melototi
jam weker, hobi liat jam dinding disetiap ruangan, hobi narik tangan teman
untuk melihat jarum jam-nya, hobi liat jam ditangan sendiri setiap sekian menit...
(akhirnya aku sadar, betapa jam tanganku ternyata keren juga. wkwkwkwkkkk...).
Dalam beberapa hari itu aku takut semua jam telah rusak tanpa sepengetahuanku.
Begitupun dengan tanggal, aku takut mereka tak berganti lagi.
(bodoh dipelihara,
mana ada tanggal yang tak berganti. Wkwkwkwkwkkk...)
Menunggu untuk dapat bertemu idola yang berada tak jauh dari kita
adalah hal
yang sangat menyiksa. Begitupun dengan diriku.
Membuka WhatsApp, BM maupun
Facebook yang kuliat hanya status
dan foto teman-teman bersama idolaku itu.
Foto-foto yang terpampang tersebut laksana magnet.
Mengundang
keluar semua iri dengki dalam hatiku.
Syuuuuuurrrr...
Iri dengkinya keluar begitu saja,
membuatku merasa ingin membanting hape.
Untung segera sadar, klo hape ini
mahal dan klo rusak mesti kluar duit lagi......
(sifat perhitungan selalu muncul
disaat genting. Wkwkwkwkkk..).
Tanggal 12, 13 dan 14...
Aku bertahan dengan tidak rela hingga tiba saatnya
tanggal 15....
Sedari siang aku sudah sangat gelisah menunggu materi diklat
berakhir, rasanya kursi yang
kududuki telah berubah menjadi kursi yang sangat kotor, penuh
debu, penuh duri,
paku, jarum, kutu, kecoak, bara api, bahkan tai
kucing...
(wkwkwkwkwkkk...majas hiperbola)
Setiap ada teman yang nanya, aku
ngedumel.
Giliran aku ditanya, jawabku cuma “pass” biar materi cepat berakhir.
Namun sayangnya pemateri hari itu sedang tak ingin kompromi, tak mau mengerti isi hatiku.
Dengan cueknya dia malah membuka materi baru.
Dengan cueknya dia malah membuka materi baru.
Ayeeeeee....
Jadilah diriku terduduk disana dengan hati dan
pikiran yang sudah melayang
menuju tempat dimana sang master pujaan berada.
Sengsaranyaaaa...!!
Minggu pagi tanggal 16 Juni 2013
Aku tak sabar menelan sarapan, saat nervous mulai melanda....
rasanya
piring dengan segala isinya itu pingin kumasukkan saja sekaligus keperut biar aku ga merasakan gejalanya.
Sampai di Kampung Batu Villa & Resto, aku sempat takut untuk turun dari mobil.
Kakiku gemetaran memikirkan bagaimana nanti saat bertemu,
bagaimana aku harus
menyapanya, apakah jabat tangannya dulu apa negur dulu,
lalu kalo negurnya
harus bagaimana....
(superduperribet deh pikiranku saat itu).
Abis... aku kan
telat dari jam yang ditentukan, jadi... kupikir beliau pasti sudah menunggu di
Kampung Batu Villa & Resto Singkawang....
:'(
:'(
Begitu memberanikan diri masuk, ternyata beliau belom ada....
yang kutemui cuma beberapa teman peserta
workshop.
(Rada kecewa sih...hehe)
Namun dari mereka aku mendengar berita bagus, katanya tadi malam sang master
menungguku sambil membawa oleh-olehnya. Tapi karena aku tak datang, oleh-oleh
tersebut akhirnya dititipkan kepada panitia.
(sedihnya..... oleh-oleh itu tak langsung ku terima dari beliau. Ahiks....)
Sambil menunggu, dengan tak sabar aku memberondong teman-teman tentang semua hal yang ingin
ku ketahui. Bagaimana rupa asli sang master?
bagaimana rambutnya?
bagaimana
posturnya?
bagaimana pipinya?
bagaimana suaranya??
Teman-teman hanya tertawa
saja dan bilang nanti juga aku akan melihat dan mendengarnya sendiri.
Menjelang jam 9 pagi, nervous mulai menyerangku lagi, dan ini pasti
tanda-tanda bahwa sebentar lagi sang master akan segera datang. Ngadepin beginian memang butuh menenangkan diri.
Untuk mencapai itu, aku
segera ke toilet, nyampe toilet malah ilang mulesnya. Mau keluar toilet, takut.
Ntar beliau mendadak munculkan berabe, ga ada persiapan. hehe
hmmmm... sambil mikir-mikir ditoilet, gimana klo aku latihan saja?
"hello master, apa kabar? saya suka karya anda.."
(sambil menjabat keran air, pura-punya itu tangan beliau... xixixixi..)
“uk uk uk uk”
(anggap aja yang ngomong gitu tuh sang master...xiixixixi)
“mmm..master, qo tangannya lembut begono?”
(jiah.... ancur.. masa nanya begituan... ya jelas lembutlah...
wong keran
aernya ada selang plastik. Ck ck ck ck...).
Jadi, alih-alih sukses dalam latihan, yang ada malah perut jadi mules dan keringetan
lagi.
Plus udara di toilet tiba-tiba terasa pengap...
Bisa dipastikan, beberapa menit lagi
aku bakal mati kehabisan udara kalo tetap keukeuh mekap di dalam situ. Wkwkwkwkk....
tapi lucunya, aku tetap takut keluar,
mikirnya kali aja sang master pujaan uda ada diluar dan aku belum siap apa-apa
(meratap sambil mukulin dinding).
Kebanyakan mukul, takut juga dindingnya
bakal retak dan jebol. Wkwkwkwkkk...
terpaksa keluar, dengan keputusan, apapun yg terjadi terjadilah, udah.
eeeh, tenyata beliau masih belum datang juga...... hahahaa...
malu rasanya udah nervous
begitu. Untung dinding toiletnya belum jebol. xixixixi
Tunggu punya tunggu, yang ditunggu tak juga nongol-nongol, bahkan saat
Master Nordin Seruyan muncul sampe dimulainya workshop, batang idung sang
master pujaan masih ga keliatan.
Baunya pun ga keciuman sama sekali (macam
sudah pernah nyium sajaaa...wkwkwkwwk).
iih...kesal rasanya.
Apalagi
teman-teman terus cerita tadi malam mereka seru-seruan sama beliau.
Iiiihhhh.... dongkol deh!
Rasa mau di lakban aja mulutnya, wkwkwkwwkkkk...
(Namun segera aku berpikir, mungkin beginilah rasanya saat dia menungguku
datang..xixixixi).
Dan akhirnya...
aku mendengar suara ribut teman-teman
"cieeee...cieee..."
segera ku palingkan wajah kearah pintu masuk
dan............
ga ada siapa-siapa disana. teman-teman hanya menggodaku saja. Beberapakali.
sampe wajahku berubah jadi cemberut dan tak mau lagi noleh ke arah pintu. Saat
itulah sang master yang ku tunggu benar-benar datang. Aku bisa merasakannya. Tapi aku tak
berani menoleh.
Hingga ku dengar suaranya......
Ayeeeeeeeee.... jantungku rasa
mau melompat keluar!!
Wakakakakakakkkk....
Ku palingkan wajah, ku lihat....
Tubuhnya ternyata tinggi.
Pipinya bulat dan matanya sipit, persis
seperti di foto-fotonya yg biasa kulihat
(berarti itu foto asli ya, wkwkwkwkwkkk...).
Lalu....
aku merasa begitu susah untuk berdiri,
sampai akhirnya sang master
mendekat ke arahku dengan penuh senyum.
Eakkkkkkkkk..... (klepek-klepek).
Tapi tak disangka, akhirnya aku mampu berdiri dan bahkan menyalaminya.
Hanya saja...
Selama bersalaman,
tak sepatah katapun dapat keluar dari mulutku.
Semua kata yang telah kuhapal tadi
hilang, yang kulatih di toilet, hilang!
lenyap begitu saja berganti lonjakan-lonjakan kecil dan aneh disekeliling beliau.
lenyap begitu saja berganti lonjakan-lonjakan kecil dan aneh disekeliling beliau.
Hahahahahaha.....
(ancoreh... tariannya sangat tak menarik.
Wkwkwkwkwkk..)
Aku terus saja melonjak-lonjak riang tanpa melepas jabatan tangan kami.
Sambil melonjak-lonjak itu aku juga terus ketawa-ketiwi sendiri, persis seperti
orang tak waras. Hahahaha..
(tapi biasanya orang kalo ketemu idola memang
gitukan??
apa yang akan dilakukannya ga bisa diprediksi #bela diri).
Lalu, tak tau bagaimana awalnya aku malah sudah memeluk beliau !!
Gubrakkkkkk..!!
Sayangnya aku ga bisa jelasin gimana awalnya bisa meluk..
apakah aku
langsung memeluknya begitu saja, atau aku merentangkan tanganku terlebih dulu
dan dia menyambutnya, aku tak ingat. Bahkan sudah ku refiew beberapakalipun
ingatanku tentang bagaimana kejadiannya, tetap saja "blur"...
ingatnya uda meluk gitu,
aku nepuk-nepuk punggungnya...
wkwkwkwkk.. ancoreh...
Aku tak bisa membayangkan reaksi teman-teman yang menyaksikan pertemuan
pertama kami yang tak wajar tersebut. Coz ga ada yang mengabadikannya. Mungkin
semua melongo dan kaget. Wkwkwkwkwkkkk...
....bersambung part 2
